Sebagai abang, Muslih sering merasa harus kelihatan kuat di depan Ummi. Tapi jujur, sampai hari ini, tempat paling tenang buat Muslih tetap ada di dekat Ummi.
Ummi mengajari kami banyak hal tanpa banyak bicara. Lewat cara Ummi bersabar, lewat cara Ummi tetap tersenyum saat lelah, lewat doa yang Ummi bisikkan setiap selesai shalat. Dari Ummi dan Abah, Muslih belajar apa artinya menjaga.
Di usia 51 ini, Muslih cuma ingin Ummi tahu satu hal: Ummi tidak perlu khawatir apa-apa lagi. Sekarang giliran kami yang menjaga Ummi.
Semoga Allah memberkahi umur Ummi, melapangkan hati Ummi, dan mengumpulkan kita semua kelak di surga-Nya. Barakallah fii umrik, Ummi.